Imam Syafi’i Mengimani Kesempurnaan Islam

Imam Syafi’i Mengimani Kesempurnaan Islam – Diantara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat ini adalah disempurnakannya agama ini sebagaimana dalam firman Allah SWT :

imam syafi'i“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (QS. Al-Maidah [5]:3)

Tidaklah Rasulullah SAW meninggalkan dunia ini melainkan telah meninggalkan kaum muslimin dalam jalan yang terang benderang, malamnya seperti siangnya. Semua permasalahan yang dibutuhkan oleh hamba telah dijelaskan dalam syari’at Islam. Sampai-sampai permasalahan yang dipandang remeh oleh kebanyakan manusia seperti adab buang hajat.

Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini merupakan kenikmatan Allah yang terbesar kepada umat ini, dimana Allah telah menyempurnakan agama mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan agama selainnya dan Nabi selain Nabi mereka. Oleh karena itu, Allah SWT menjadikannya sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada jin dan manusia. Maka tidak ada sesuatu yang halal selain apa yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang beliau haramkan, tidak ada agama selain apa yang beliau syariatkan, dan setiap apa yang beliau beritakan adalah benar dan jujur, tiada kedustaan didalamnya.”

Dengan sempurnanya Islam, maka segala perbuatan bid’ah dalam agama berarti suatu kelancangan terhadap syari’at dan ralat terhadap pembuat syari’at bahwa masih ada permasalahan yang belum dijelaskan. Imam Malik bin Anas mengeluarkan perkataan emas tentang ayat ini. Beliau berkata :

“Barang siapa melakukan bid’ah dalam Islam dan menganggapnya baik (bid’ah hasanah), maka sesungguhnya dia telah munuduh Nabi Muhammad SAW mengkhianati risalah, karena Allah SWT berfirman, ‘Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.’ Maka apa saja yang di hari itu (pada zaman Nabi) bukan sebagai agama, maka pada hari ini juga tidak termasuk agama.”

Renungkanlah baik-baik perkataan berharga dari imam yang mulia ini, niscaya kita akan mengetahui betapa bahayanya perkara bid’ah dalam agama. Demikian juga Imam Syafi’i, beliau sangat meyakini akan kesempurnaan agama Islam. Alangkah bagusnya ucapan Imam Syafi’i tatkala mengatakan :

“Tidak ada suatu masalah baru pun yang menimpa seorang yang memiliki pengetahuan agama kecuali dalam Al-Qur’an telah ada jawaban dan petunjuknya.”

Kemudian Imam Syafi’i membawakan beberapa dalil untuk menguatkan ucapannya diatas, diantaranya adalah firman Allah SWT :

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl [16]:89)

Alangkah menariknya apa yang diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin bahwa suatu kali ada seorang Nasrani datang kepada seorang ulama untuk mencela Al-Qur’an. Waktu itu mereka berdua berada di ruang makan. Orang Nasrani berkata, “Katanya Al-Qur’an itu menjelaskan segala sesuatu, sekarang adakah keterangan dalam Al-Qur’an tentang cara membuat makanan ini ?” Orang Alim tersebut akhirnya memanggil pemilik ruang makan seraya mengatakan, “Tolong jelaskan kepada kami, bagaimana cara membuat makanan ini.” Lantas, sang pemilik ruang makan pun menjelaskan secara rinci. Setelah selesai, alim tersebut mengatakan, “Demikianlah Al-Qur’an juga mengatakan.” Orang Nasrani itu kaget dan heran seraya mengatakan, “Kok bisa begitu ?” Alim tadi mengatakan, Ya, karena Allah berfirman :

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl [16]:43)

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan kunci ilmu segala sesuatu adalah dengan menanyakan kepada ahlinya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Laki-laki dengan cita-cita ingin menjadi seorang IT Professional dan ingin jadi dosen di ITS. Dia merasa beruntung di kelilingi keluarga yang baik dan sahabat-sahabat yang luar biasa.


Related Posts

No comments.

Leave a Reply