Imam Syafi’i Menanamkan Ketundukan Kepada Sunnah

Imam Syafi’i Menanamkan Ketundukan Kepada Sunnah – Tunduk terhadap hukum agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

imam syafi'i“Demi Rabbmu, tidaklah mereka beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap hukummu, dan mereka pasrah dengan sebenar-benarnya.”(QS. An-Nisa’ [4]:65)

Imam Az-Zuhri mengatakan, “Wahyu itu dari Allah, Rasulullah SAW hanya menyampaikan, kewajiban kita hanya pasrah dan tunduk.”

Imam Ath-Thahawi berkata, “Tidaklah selamat seorang hamba dalam agamanya kecuali apabila dia tunduk dan pasrah terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan mengembalikan segala kesamaran kepada Yang Maha Mengetahui.”

Demikianlah yang hendaknya kita tanamkan dalam hati kita semua. Kita harus bersikap pasrah dan tunduk terhadap khabar dan hukum Allah SWT. Apalagi masalah-masalah yang berkaitan tentang akhirat dan alam gaib yang diluar kapasitas akal manusia. Hendaknya kita yakin bahwa Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu dan bahwa urusan akhirat itu berbeda dengan urusan dunia.

Imam Syafi’i berkata, “Saya tidak mendengar seorang pun yang dianggap (berilmu) oleh manusia atau dia menganggap dirinya berilmu berselisih pendapat bahwa diantara kewajiban yang datang dari Allah adalah mengikuti dan mencontoh Rasulullah SAW dan pasrah terhadap hukumnya.”

Hendaknya kita tanamkan pada diri kita, keluarga kita, dan masyarakat kita semua agar pasrah terhadap syari’at, karena hal ini memiliki dua faedah :

1. Agar membiasakan manusia untuk pasrah dan tunduk terhadap hukum Allah SWT, baik dia mengetahui hikmahnya maupun tidak.

2. Apabila kita berpedoman pada nash, maka hal ini akan menyelesaikan perselisihan diantara kaum mukminin, sebab mungkin saja apabila engkau menyebutkan suatu hikmah, seorang akan membantahnya dan tidak menyetujuinya sebagai hikmah, adapaun seorang mukmin maka dia mengetahui firman Allah :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33]:36)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Laki-laki dengan cita-cita ingin menjadi seorang IT Professional dan ingin jadi dosen di ITS. Dia merasa beruntung di kelilingi keluarga yang baik dan sahabat-sahabat yang luar biasa.


Related Posts

No comments.

Leave a Reply