Imam Syafi’i Membagi Tauhid Menjadi Tiga

Imam Syafi’i Membagi Tauhid Menjadi Tiga – Berdasarkan penelitian yang seksama terhadap dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabi, para ulama menyimpulkan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga :

1. Tauhid Rububiyah

2. Tauhid Uluhiyah

3. Tauhid Asma’ wa Shifat

imam syafi'iPembagian tauhid ini bukanlah perkara baru (bid’ah). Pembagian ini berdasarkan penelitian terhadap dalil. Hal ini persis dengan pembagian para ulama ahli bahasa yang membagi kalimat menjadi tiga : isim, fi’il, dan huruf.

Bahkan banyak sekali ayat-ayat yang menggabungkan tiga macam tauhid ini bagi orang yang mau mencermatinya, seperti firman Allah SWT :

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh-hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (QS. Maryam [19]:65)

Firman-Nya “Rabb (yang menguasai) langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya” menunjukkan tauhid rububiyah.

“Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya” menunjukkan tauhid uluhiyah.

“Apakah kamu mengetahui sesuatu yang serupa dengan-Nya” menunjukkan tauhid al-asma’ wa shifat.

Lebih dari itu, jika kita jeli, surat pertama kali dalam Al-Qur’an (Al-Fatihah) mengandung tiga jenis tauhid ini, juga akhir surat dalam Al-Qur’an (An-Nas). Seakan hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa kandungan Al-Qur’an adalah tiga jenis tauhid ini. Syaikh Hammad Al-Anshari berkata, “Allah membuka kitab-Nya dengan Surat Al-Fatihah yang berisi tentang pentingnya tauhid dan menutup kitab-Nya dengan Surat An-Nas yang berisi tentang pentingnya tauhid. Hikmahnya adalah wahai sekalian manusia sebagaimana kalian hidup diatas tauhid maka wajib bagi kalian mati diatas tauhid.”

Demikian juga, banyak ucapan ulama salaf yang menunjukkan pembagian ini. Diantaranya ucapan Imam Syafi’i tatkala berkata :

“Segala puji hanya bagi Allah yang menciptakan langit-langit dan bumi dan menjadikan kegelapan dan cahaya kemudian orang-orang kafir menyimpang… Dan orang-orang yang menyifatkan tentang keagungan-Nya tidak akan bisa sampai seperti apa yang Dia sifatkan pada diri-Nya dan lebih dari apa yang disifatkan oleh makhluk-Nya”.

Ucapan beliau, “yang menciptakan langit dan bumi…”. Ini adalah tauhid rububiyah.

Ucapan beliau, “kemudian orang-orang kafir menyimpang”. Ini adalah tauhid uluhiyah karena penyimpangan mereka bukan pada tauhid rububiyah, melainkan dalam uluhiyah.

Ucapan beliau, “orang-orang yang menyifatkan tentang keagungan-Nya…”. Ini adalah tauhid asma’ wa shifat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Laki-laki dengan cita-cita ingin menjadi seorang IT Professional dan ingin jadi dosen di ITS. Dia merasa beruntung di kelilingi keluarga yang baik dan sahabat-sahabat yang luar biasa.


Related Posts

No comments.

Leave a Reply