Definisi Ilmu Menurut Imam Syafi’i

Definisi Ilmu Menurut Imam Syafi’i – Perlu diketahui bahwa setiap ilmu yang dipuji oleh dalil-dalil Al-Qura’n dan Hadits maksudnya adalah ilmu agama, ilmu Al-Qur’an dan Sunnah. Meskipun demikian, kita tidak mengingkari ilmu-ilmu dunia seperti kedokteran, arsitektur, pertanian, perekonomian, dan sebagainya. Tetapi ilmu-ilmu ini bukanlah ilmu yang dimaksud dalam dalil-dalil tersebut, dan hukumnya tergantung pada tujuannya. Apabila ilmu-ilmu dunia tersebut digunakan dalam ketaatan maka baik, dan bila digunakan dalam kejelekan maka jelek. Perhatikanlah hal ini baik-baik, semoga Allah menambahkan dan meridhai ilmu bagi kita. Allah SWT berfirman :

imam syafi'i“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum [30]:7)

Imam Hasan Al-Bashri berkata, “Demi Allah, sampai-sampai salah seorang dari mereka membolak-balikan dirham diatas kukunya, lalu mengabarkan berat timbangannya kepadamu akan tetapi mereka tidak becus shalatnya.”

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in. Demikian juga dalam masalah hukum halal dan haram, zuhud dan masalah hati, dan sebagainya.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. Ilmu yang berfaedah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama, baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari. Ilmu yang berbicara tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, serta apa yang wajib dirinya dalam menjalankan perintah Allah, menyucikan Allah dari segala kekurangan. Ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir, hadits, dan fiqih.”

Imam Syafi’i berkata, “Setiap ilmu selain Al-Qur’an adalah menyibukkan, kecuali hadits dan fiqih dalam agama. Ilmu adalah apa-apa yang terdapat didalamnya Haddatsana (Hadits). Selain itu adalah waswas setan.”

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Laki-laki dengan cita-cita ingin menjadi seorang IT Professional dan ingin jadi dosen di ITS. Dia merasa beruntung di kelilingi keluarga yang baik dan sahabat-sahabat yang luar biasa.


Related Posts

No comments.

Leave a Reply