5 Penjelasan Kenapa Kamu yang Punya Sifat Pemalu Adalah Calon Orang Sukses

Masih ingat betapa tak nyaman rasanya saat harus menyampaikan presentasi di depan kelas? Ketika melakukan wawancara kerja, atau saat datang ke pesta ulang tahun teman dan harus bertemu banyak orang yang belum kamu kenal? Ya, momen-momen sederhana itu bisa jadi masalah besar bagi kamu yang punya sifat pemalu. Meski memiliki sifat pemalu sebenarnya sangat wajar, banyak yang percaya bahwa ada berbagai akibat negatif yang bisa ditimbulkannya.

“Sikap pemalu itu bisa menjauhkanmu dari hal-hal baik dalam hidupmu,” – C. Barr Taylor, Profesor Psikologi di Stanford University.

Namun, Taylor pun ternyata mengungkap fakta lain: sikap pemalu tak selamanya berakibat negatif atau merugikan. Bahkan sikap pemalu ini bisa membantu seseorang meraih kesuksesan. Berikut ini adalah hal-hal yang membuktikan bahwa kamu yang punya sifat pemalu justru bisa jadi orang sukses!

Sifat Pemalu

1. Orang yang Pemalu Akan Banyak Berpikir Sebelum Memutuskan Sesuatu. Bertindak Serampangan Tidak Ada di Kamus Mereka.

Orang-orang dengan sifat pemalu cenderung banyak berpikir. Mereka biasanya sering berdiam diri dan melakukan renungan. Menurut Taylor, kebiasaan ini tak berarti buruk. Hanya karena mereka terbiasa berpikir, belum tentu mereka minim bertindak. Tapi, kebiasaan ini bisa jadi baik apabila mereka dihadapkan pada suatu kasus atau permasalahan.

Biasanya saat beban pekerjaan menumpuk, seseorang akan memaksa diri berpikir cepat dan segera bertindak agar kerjaanmu cepat selesai. Namun, mereka yang pemalu tak akan jadi panik seperti itu. Pasalnya, setiap tindakan atau keputusan yang diambil haruslah melewati proses pemikiran yang matang. Merekalah akan baik-baik menimbang-nimbang dan berpikir keras sebelum akhirnya membuat keputusan.

2. Para Pemalu Itu Biasanya Peka. Mereka Akan Mengamati dan Menghargai Apa yang Terjadi di Sekitarnya.

Orang-orang dengan karakter pemalu umumnya minim bicara. Mereka lebih sering memilih diam ketika teman-temannya tertawa. Namun, sikap ini tak lantas membuktikan bahwa kamu yang pemalu punya kedudukan yang lemah dalam sebuah lingkungan sosial. Diam bukan berarti tak tahu apa-apa atau tak peduli. Memilih diam justru membuatnya lebih peka, perasa, dan pintar menganalisis keadaan di sekitarnya.

Menurut penelitian di Southern Illinois University, orang-orang pemalu yang umumnya minim bicara punya kemampuan lebih baik untuk menganalisis ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya. Kemampuan inilah yang akan sangat bermanfaat ketika kamu yang punya karakter pemalu menduduki posisi sebagai pemimpin. Biasanya, kamu akan bisa bersikap tenang dan tetap peka mengawasi kinerja para bawahan.

3. Kamu yang Pemalu Adalah Teman Bercerita yang Menyenangkan. Kamu Akan Lebih Banyak Mendengar, Bukannya Malah Sibuk Berkomentar

Orang yang pemalu mungkin jarang memulai percakapan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa orang-orang pemalu justru bisa jadi teman bicara yang baik dan menyenangkan. Dia tak akan memotong pembicaraan atau selalu ingin berkomentar. Biasanya, dia justru lebih memilih diam agar bisa berkonsentrasi mendengar dan menyimak apa yang disampaikan lawan bicaranya.

Sebuah penelitian di Harvard menjelaskan bahwa anak-anak yang pemalu cenderung punya rasa empati yang besar. Mereka biasanya sangat sensitif, punya rasa empati yang besar, dan bisa jadi pendengar yang baik. Dalam penelitian tersebut dibuktikan bahwa anak-anak pemalu justru punya lebih banyak teman yang bisa bersikap loyal.

4. Dia yang Pemalu Memelihara Sifat Perasa. Pendapat Orang Lain Tentang Dirinya Dicerap dan Diserap Demi Perbaikan Diri.

Salah satu alasan mengapa orang-orang pemalu tak nyaman dalam sebuah lingkungan sosial adalah kepedulian mereka pada pandangan orang lain atas dirinya. Ada perasaan takut atau bahkan tak percaya diri saat harus bertemu dan bergaul dengan banyak orang. Terlalu memikirkan pandangan atau pendapat orang lain bisa jadi buruk. Rasa takut dan tidak percaya diri itu akan melemahkanmu. Namun, memilih diam sambil melakukan renungan bisa jadi cara terbaik untuk tumbuh dan berkembang jadi pribadi yang lebih baik.

“Kenali dirimu sendiri dan pikirkan anggapan orang tentang dirimu, maka lambat laun kamu akan berusaha memperbaiki diri dan jadi pribadi yang lebih baik.”

5. Mungkin Mereka Tak Begitu Banyak Melakukan Interaksi. Namun, Ada Makna Berharga di Setiap Hubungan yang Mereka Jalani.

Sikap pemalu seringkali dikait-kaitkan dengan kepribadian introvert. Padahal, keduanya tidak sama. Pemalu itu sifat bawaan, sementara kepribadian introvert bisa jadi dipengaruhi banyak hal seiring masa pertumbuhan seseorang. Susan Cain yang tulisannya diterbitkan di New York Times menegaskan bahwa orang-orang pemalu adalah korban. Ketika budaya melabeli sikap pemalu sebagai kekurangan dan bahkan penyakit, semakin banyak yang percaya bahwa orang-orang dengan karakter pemalu patut diremehkan.

“Orang-orang pemalu atau mereka yang introvert mungkin sangat sensitif sehingga kita harus lebih berhati-hati menghadapi mereka. Tapi, bukan berarti mereka tidak normal. Sifat pemalu yang umumnya dianggap sebagai kekurangan justru bisa jadi kelebihan yang membuat mereka berharga.”

Jika kita termasuk orang – orang dengan karakter pemalu,  maka mulai sekarang kita tak perlu berkecil hati. Karakter pemalu yang disikapi dengan positif justru bisa mengantarkanmu menuju kesuksesan! 🙂 Artikel aslinya bisa dilihat disini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Laki-laki dengan cita-cita ingin menjadi seorang IT Professional dan ingin jadi dosen di ITS. Dia merasa beruntung di kelilingi keluarga yang baik dan sahabat-sahabat yang luar biasa.


Related Posts

No comments.

Leave a Reply